SHARE NOW

Berikut Laporan Organisasi Buruh Internasional, Tentang Eksploitasi Pekerja dan Permukiman Ilegal Israel di Tanah Palestina

Internasional| Tvnyaburuh.com – Sebuah laporan baru yang dirilis oleh Konfederasi Serikat Buruh Internasional (ITUC) telah mengungkapkan skandal eksploitasi pekerja Palestina yang bekerja di dalam Israel dan di permukiman ilegal Israel di tanah Palestina pada tanggal (12/04/2021) 

Demikian rilisnya ITUC yang diterima Tvnyaburuh.com dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) setalah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia, Minggu (16/5/2021).

Lanjut dalam laporannya ITUC menulis,

Pengangguran yang tinggi di Tepi Barat dan Gaza membuat warga Palestina memiliki sedikit alternatif selain mengambil pekerjaan di Israel dan permukiman. Lebih dari 130.000 orang mencoba mencari nafkah dengan cara ini.

Laporan tersebut mengungkap realitas (telah terjadi) :

– Upah rendah;

– Kesehatan dan keselamatan kerja yang buruk;

– Penghinaan karena harus mengantri di penyeberangan perbatasan untuk memasuki Israel;

– Kesenjangan dalam perlindungan sosial;

– Dan sistem perantara tenaga kerja yang menindas yang banyak pekerja masih dipaksa untuk menggunakannya, meskipun sistem tersebut telah dihapus oleh otoritas Israel di sektor konstruksi.

Akar permasalahan

Sharan Burrow, selaku Sekretaris Jenderal ITUC, mengatakan: “Pendudukan Israel yang terus berlanjut di Palestina dan permukiman ilegal adalah akar penyebab penderitaan para pekerja ini yang bergantung pada Israel untuk mata pencaharian mereka dan anggota rumah tangga yang bergantung pada mereka pada gilirannya” Ungkapnya.

 “Hanya ketika Palestina menjadi negara merdeka yang berdampingan dengan Israel, sejalan dengan Resolusi Dewan Keamanan PBB yang relevan, ekonominya dapat berkembang dan rakyatnya tidak lagi harus bergantung pada pekerjaan di bawah standar” lanjut Burrow.

 “Kembalinya dukungan keuangan pemerintah AS untuk Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNRWA) akan membuat perbedaan besar di Palestina, tetapi pekerja Palestina yang mengandalkan Israel untuk pekerjaan berhak mendapatkan perlakuan yang adil, upah yang layak, dan penghormatan atas hak-hak dasar mereka.” tuntutanya.

Adapun Rekomendasi utama dalam laporan tersebut meliputi:

Akhir dari sistem perantara tenaga kerja yang eksploitatif.

Penghormatan terhadap hak-hak fundamental pekerja, sejalan dengan dasar perlindungan tenaga kerja yang dijamin dalam Deklarasi Seratus Tahun ILO termasuk upah minimum yang memadai.

Kesehatan dan keselamatan kerja dan batasan maksimal jam kerja.

Pengawasan ketenagakerjaan.

Perlindungan sosial.

Persyaratan uji tuntas pada pemberi kerja.

 “Di atas ketidakadilan pendudukan, pekerja Palestina di Israel dan pemukiman ilegal juga menghadapi ketidakadilan di tempat kerja. Israel harus memenuhi kewajibannya berdasarkan hukum internasional,” punkas Sharan Burrow.

#Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER