SHARE NOW

Hari ini Secara Bertahap 7.200 WNI Di Malaysia Akan Mulai Dipulangkan

JAKARTA, Tvnyaburuh.com – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) mulai memulangkan 7.200 Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah yang terdata di Malaysia.
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan dan Pemuda Kemenko PMK, Femmy Eka Kartika Putri menjelaskan pemulangan akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama akan dilakukan Kamis (24/6), dengan total PMI yang dipulangkan sebanyak 145 orang.

“Jadi untuk tahap pertama ini total yang akan dipulangkan 293 orang, dibagi dua kloter. Untuk kloter pertama itu besok dipulangkan 145 orang,” kata Femmy, Rabu (23/6). dilansir dari CNN.Indonesia.com

Selanjutkan, tiga hari berselang Femmy menuturkan sebanyak 148 PMI akan langsung dipulangkan dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Kuala Lumpur menuju Bandara Soekarno Hatta.

“Nah nanti kloter kedua itu sisanya dari 293, berarti 148 orang itu berselang tiga hari dari yang pertama,” kata Femmy

Femmy memastikan, pemulangan di tahap pertama sebanyak 293 orang ini telah melalui proses protokol kesehatan di Malaysia. Para PMI ini juga tergolong kelompok rentan yang memang mesti menjalani perawatan khusus.

Misalnya kata Femmy, ada yang memang sedang hamil, mengalami penyakit kulit, usia rentan hingga membawa bayi. Meski begitu Femmy memastikan mereka yang bisa pulang ini terbebas dari virus covid-19 lantaran telah menjalani proses karantina di Malaysia dan sebelum kepulangannya dilakukan SWAB PCR Test dengan hasil negatif.

“Kami sudah pastikan kesehatannya dan tidak terpapar covid-19, karena kita juga tidak mau, jangan sampai mereka membawa virus ke Indonesia,” kata dia.

Setelah pemulangan tahap pertama ini, Femmy menyebut pihaknya akan melakukan rapat koordinasi dan rapat evaluasi terkait pemulangan tahap selanjutnya dari 7.200 PMI yang tersisa.

“Nanti untuk sisa dari 7.200 ini kita akan evaluasi dan tentu harus tunggu dari Pemerintah Malaysia, karena mereka kan yang memberi izin untuk deportasi,” kata dia.

#Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER