SHARE NOW

LBH Papua : Hentikan Teror dan Intimidasi Kepada Wartawan Viktor Mambor di Papua

PAPUA| Tvnyaburuh.com – “Viktor Mambor yang adalah wartawan senior di Papua dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum” Kata Emanuel Gobay, S.H.,MH, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Provinsi Papua, dalam keterangan tertulisnya kepada Tvnyaburuh.com. Sabtu (24/4/2021).

Emanuel juga mengatakan, pada prinsipnya Viktor Mambor yang adalah seorang wartawan senior di Papua yang juga sebagai mantan ketua Aliansi Jurnalis Independen Papua serta pendiri tabloid jubi tentunya menjalankan tugasnya tentu telah menjalankan misi Pers nasional melaksanakan peranannya sebagai berikut : a. memenuhi hak masyarakat untuk mengetahui; b. menegakkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum, dan Hak Asasi Manusia, serta menghormat kebhinekaan; c. mengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat dan benar; d. melakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umum; e. memperjuangkan keadilan dan kebenaran sebagaimana diatur pada Pasal 6, UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers. 

“Sekalipun demikian misi mulia yang dijalankan oleh Viktor Mambor yang adalah seorang wartawan senior di Papua namun beberapa waktu kemarin beliau mendapatkan tindakan serangan digital, doxing, dan penyebaran selebaran di media sosial yang kontennya menyudutkan, mengadu domba, dan mengkriminalisasi Tabloid Jubi maupun Victor” ungkap Emanuel.

Selain itu yang lebih parah lagi adalah pada hari rabu, 21 April 2021 pada pukul 00.00-02.00 WIT Mobil milik Viktor Mambor yang diparkir di tepi jalan samping rumahnya dirusak orang. Akibatnya, kaca depan dan kaca sebelah kiri depan-belakang hancur, diduga dipukul menggunakan benda tumpul. Pintu depan dan belakang sebelah kiri dicoret-coret dengan cat piloks oranye 

“Apabila semua tindakan pelanggaran hukum itu dilakukan hanya karena pemberitaan yang diberitakan oleh media yang dibentuk oleh Viktor Mambor dapat mengunakan hak jawab sebab pada prinsipnya semua media diwajibkan melayani Hak Jawab sebagaimana diatur pada Pasal 5 ayat (2), UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers” ujarnya.

Masih kata Emanuel, karena yang bersangkutan memilih main hakim sendiri sehingga jelas-jelas merupakan tindakan pelecehan terhadap misi Pers nasional sebagaimana diatur pada Pasal 6, UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers diatas. Terlepas dari apakah pihak yang melakukan tindakan itu disebabkan karena pemberitaan ataupun motif lain yang pasti atas tindakan main hakim sendiri yang dilakukan oleh pihak tententu diatas jelas-jelas telah melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Indonesia.

Untuk diketahui bahwa atas tindakan serangan digital, doxing, dan penyebaran selebaran di media sosial yang kontennya menyudutkan, mengadu domba, dan mengkriminalisasi Tabloid Jubi maupun Victor diatas secara terang-terang tergolong kedalam kategori tindakan Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana diatur pada Pasal 28 ayat (2), UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik. sebagaimana diatur pada Pasal 29, UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik. 

“Sementara itu, terkait tindakan perusakan mobil milik Viktor Mambor yang diparkir di tepi jalan samping rumahnya jelas-jelas masuk dalam kategori perbuatan pidana sebagaimana diatur pada Pasal 406 ayat (1) KUHP” terang Emanuel.

Lebih lanjut Emanuel manyampaikan, berdasarkan pada fakta Viktor Mambor yang adalah seorang wartawan senior di Papua sekaligus pendiri tabloid jubi tentunya menjalankan tugasnya sesuai dengan misi Pers nasional maka Lembaga Bantuan Hukum Papua mengutuk keras tindakan pelaku serangan digital, doxing, dan penyebaran selebaran di media sosial yang kontennya menyudutkan, mengadu domba, dan mengkriminalisasi Tabloid Jubi maupun Victor. 

LBH Papua juga menegaskan, pertama agar Kapolri segera memerintah Kapolda Papua dan jajarannya untuk perintah dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum sebagaimana diatur pada pasal 8, UU Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers di Papua, kedua agar Kapolda Papua untuk segera melanjutkan pengaduan Viktor Mambor dengan cara memerintahkan Bagian Cyber Craim Polda Papua menangkap dan memproses pelaku pelaku pelanggaran Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 29 UU Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik dan pelanggara KUHP.

“Ketiga, meminta kepada Kapolda Papua untuk segera melanjutkan pengaduan Viktor Mambor dengan cara memerintahkan Bagian Direskrimum Polda Papua menangkap dan memproses pelaku pelaku pelanggaran Pasal 406 ayat (1), KUHP” pungkas Emanuel.

#Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER