SHARE NOW

Said Iqbal : Walau Pandemi, Buruh Tetap Harus Bergerak Melawan Ketidakadilan, Perjuangan Publik Dibawa Ke Pabrik

JAKARTA| Tvnyaburuh.com – Ketua Majelis Nasional FSPMI, Said Iqbal dalam rapat organisasinya kepada seluruh perangkat organisasinya menyampaikan ditengah Pandemi Copid 19 yang semakin merebak, tentunya perjuangan kaum buruh tidak boleh lemah apapun situasinya.

“Kita tetap menjaga protokol kesehatan, mendukung pemerintah melawan pandemi Copid 19, akan tetapi perlawanan terhadap hak dan kesejahteraan kaum buruh juga tetap harus dijaga dan digerakan terus apapun situasi dan kondisinya,” ucap Iqbal dalam rapat virtual zoom kepada ratusan perangkat organisasinya di FSPMI. Selasa (6/7/2021).

Untuk itu Iqbal yang juga sebagai Presiden KSPI ini mengajak dan memberi semangat kepada seluruh keluarga besar FSPMI se Indonesia dan secara umum KSPI agar menggerakkan kembali kekuatan anggota-anggota dalam situasi pandemi untuk tetap kritis menolak segala bentuk penindasan dan perampasan hak-hak kaum buruh.

“Jangan terlena, gerakan seluruh kekuatan anggota di pabrik-pabrik, kita ubah strategi perjuangan kita disaat pandemi Copid, perjuangan aksi publik kita bawa menjadi perjuangan di pabrik pabrik,” tegas Iqbal.

Iqbal mengatakan, gerakan buruh pabrik adalah urat nadi perjuangan kaum buruh, politik dan loby hanyalah tambahan nilai dari perjuangan tersebut.

“Ketuk pintu-pintu pabrik, agar para buruh yang sedang bekerja untuk melakukan aksi-aksi perwakilan didalam pabrik dengan cara virtual, dengan catatan izin dengan perusahaan sesuai PKB dan aksi dilakukan serentak ketika ada Intruksi Organisasi dari pusat,” harap Iqbal.

Lebih lanjut Iqbal menyampaikan, perjuangan paling nyata didepan mata diantaranya adalah Omnibus Law UU Cipta Kerja Nomor 11 Tahun 2020, kenaikan upah, kebijakan-kebijakan ditengah Pandemi yang banyak merugikan kaum buruh. 

“KSPI akan menjadi garda terdepan, untuk melakukan perlawanan Omnibus Law dan segala kebijakan yang merugikan kaum buruh, dengan cara konsep, loby dan yang utama aksi-aksi dengan menggerakan anggota di pabrik-pabrik, saat ini isu publik dibawa ke pabrik, itu strategi kita,” tegas Iqbal yang saat ini juga terpilih kembali menjadi pengurus Governing Body ILO untuk ketiga kalinya.

Iqbal mengaku gelisah, saat ini para pengusaha sudah berjalan 20 langkah dan pemerintah 50 langkah maju. Sedang buruh terkungkung karena pandemi Copid 19, terkait hal itu Iqbal dalam rapatnya meminta Internalnya kembali bangkit.

Iqbal juga menyimpulkan ada empat poin penting bagi seluruh perangkatnya yang wajib dipedomani yakni : Satu, rubah menset cara berfikir para pimpinan buruh, jangan terlena, tetap semangat berjuang. Kedua, Urat nadi darah segar perjuangan FSPMI adalah gerakan anggota, menggerakan pekerja/buruh untuk bergerak melakukan perjuangan-perjuangan kesejahteraan kaum buruh. Ketiga, merubah pola gerakan dari publik menjadi perjuangan di pabrik. Keempat tetap maksimalkan kegiatan perjuangan, rapat-rapat organisasi dengan gencarkan media sosial, virtual dan lain sebagainya.

“Kita harus kembali ke khittah FSPMI sebagi simbol perjuangan kaum buruh, jangan lihat organisasi lain yang tidak bergerak, kita akan terus berjuang, dan hal ini sudah pernah kita mulai sejak 22 tahun yang lalu, tetap semangat, berjuang bergerak terus dan tetap juga berdoa kepada Allah (Tuhan) untuk kemenangan perjuangan kaum buruh Indonesia,” pungkasnya.

#Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER