SHARE NOW

Viral..! Protes Keluarga Kristina, Calon Paskibraka Utusan Sulbar, Gagal ke Istana Diduga Alasan Copid

MAMUJU| Tvnyaburuh.com – Protes keluarga dari Kristina (16), calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dari daerah Mamuju yang lolos mewakili Provinsi Sulawesi Barat untuk menjadi Paskibraka Nasional di Istana Negara viral di media sosial.

Protes pihak keluarga Kristina ini tertuang dalam surat terbuka yang viral di media sosial Facebook, yang diunggah, Rabu (28/7/2021). Tulisan yang diberi judul “Surat Melkisedek Kepada Presiden Jokowi”.

Dalam tulisannya menyampaikan proses kejanggalan pembatalan adik mereka Kristina yang diduga di “Copidkan” sesaat akan naik pesawat bersama para rombongan Paskibraka lainya. Pihak keluarga merasa tidak terima, Kristina justru dibiarkan pulang sendirian tanpa penanganan medis, dari Mamuju ke Mamasa Kristina dibiarkan sendirian dengan mengendarai mobil penumpang, padahal ia dinyatakan Copid saat PCR pada tanggal 24 Juli 2021 .

Kejanggalan yang lebih terkuak, setelah sampai di tempat tinggalnya, Kristina melakukan tes PCR mandiri kembali dan hasilnya dinyatakan Negatif Copid 19, berkaitan hal tersebut keluarga Kristina menulis surat terbuka sebagai bentuk protesnya kepada Presiden Joko Widodo.

Berikut tulisannya yang viral di Facebook:

SURAT MELKISEDEK KEPADA PRESIDEN JOKOWI

Pak Presiden Joko Widodo yang kami hormati.. 

Foto di bawah adalah foto adik kami Kristina (16) yg ‘dibatalkan’ keberangkatannya ke istana untuk jadi pasukan pengibar bendera pusaka pada HUT RI ke 76 bulan Agustus mendatang.

Kronologinya begini:

Dia lolos tes dan jadi calon paskibraka utusan Sulbar. Lalu dia ke provinsi Sulbar mau pelepasan bersama Bpk Gubernur Sulbar. 

Nah, dia lalu tes pcr dan hari Sabtunya (24/7) hasil tes keluar ternyata dinyatakan positif dan otomatis batal berangkat dan digantikan org lain.

Kejanggalannya adalah:

1. Setelah dinyatakan positif, dia dilepaskan begitu saja dari Mamuju naik mobil penumpang ke Mamasa tanpa ada tindakan termasuk tanpa APD.. intinya tanpa penanganan.

2. Adik kami ini calon utusan utama dan ada cadangan dari Pasangkayu. Tapi kenapa yg berangkat adalah anak dari Mamasa, bukan yg cadangan tadi.

3. Adik kami ini ditawari jadi paski provinsi dan bebas pilih peran apa saja termasuk jadi pembawa baki kalau mau. Pertanyaannya, kalau benar dia positif.. kok bisa ya jadi paski di provinsi.

4. Sepulang dari Mamuju, diadakan tes PCR kedua dan ternyata hasilnya NEGATIFi, karena itu selaku warga negara Indonesia, bangsa yang katanya beradab ini, kami mohon keadilan ditunjukkan kepada kami juga. Ada apa dibalik kejanggalan yg kami temukan ini? Terima kasih.

Postingan inipun dibagikan dan dikomentari oleh akun Facebook bernama Herry Tjahjono (HT). 

Berikut komentarnya :

Dan ini komentar saya untuk Presiden yang saya hormati. Jika benar apa yang disampaikan Melkisedek – maka hal ini bukan perkara kecil. Bagi sang adik (mungkin bagi Melkisedek juga), itu adalah tugas “suci”, setidaknya tugas yang patriotik. Kesempatan yang hanya datang sekali seumur hidup dan tidak datang pada semua orang.

“Kami maklum dengan kesibukan bapak yang luarbiasa. Namun…Jika benar ada ketidakberesan, mohon dibereskan bapak presiden. Jika tidak benar, maka biarlah Melkisedek mempertanggungjawabkannya,” tulisnya di akun Facebooknya HT.

Unggahan  Facebook inipun di penuhi ribuan komentar warganet yang mendukung Kristina.

#Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER