SHARE NOW

HUT Ke 13Th, Ini Sejarah Lahirnya Garda Metal Di Sumatera Utara.

Medan, tvnyaburuh.com – Garda Metal ialah pilar utama FSPMI yang berfungsi sebagai pengawal aksi unjuk rasa dan kegiatan-kegiatan yang di lakukan FSPMI secara Nasional maupun Lokal. Pilar organisasi (Garda Meta) ini sendiri terlahir pada 27 April 2008, bersamaan dengan di adakannya Pelatihan Dasar Garda Metal yang dilaksanakan di Kolam Kopen, Bekasi, Jawa Barat. Momentum itulah yang dijadikan dasar penetapan sebagai hari lahirnya Garda Metal. Dan pada Kongres FSPMI 2006 di Bandung. Garda Metal ditetapkan sebagai salah satu dari 5 pilar organisasi bagi FSPMI.

Sedangkan di Provinsi Sumatera Utara, Garda Metal lahir pada tahun 2015, tepatnya di Training Centre Sayum Sabah Kecamatan Sibolangit kab. Deli Serdang yang bersamaan juga dengan latsar pertama (1) secara gabungan antara anggota FSPMI SUMUT dan FSPMI Aceh.

Debut pertama Garda Metal FSPMI SUMUT sendiri di awali dengan pengawalan sidang tindak pidana ketenagakerjaan di pengadilan tinggi Lubuk Pakam, Kab. Deli Serdang yang menghasilkan kemenangan bagi kaum buruh.

Sebelumnya, Garda Metal SUMUT yang kini beranggotakan 270 orang juga sudah memiliki 4 orang anggota Garda Metal yang sudah mengikuti Latsar 13 di Bekasi yaitu Rudi Kurniawan, Dedek Cahyadi, Suheri Chernenco dan Soni Syaputra yang mengawali terbentuknya Garda Metal Di Sumatera Utara.

Berlanjut, penambahan anggota Garda Metal sendiri terjadi setelah di gelarnya Latsar kedua (2) dan ketiga (3) yang masing-masing melatih seratusan anggota Garda Metal dari dua Provinsi yaitu Sumatera Utara dan Provinsi Aceh.

Kepengurusan Garda Metal Sumut di kukuh kan tepat setelah menggelar Musyawarah Daerah (MUSDA) yang juga di hadiri pimpinan pusat Garda Metal yaitu Baris Silitonga (Kordinator Nasional), Isnaini Marjuki (Sekretaris Nasional), Ananto Prasetya (Kordinator Bogor), Willy Agus Utomo (Ketua DPW FSPMI SUMUT), Tony Rickson Silalahi (Sekretaris DPW FSPMI SUMUT) dan delapan puluhan anggota Garda Metal aktif di kantor Konsulat Cabang FSPMI Kota Medan pada tahun 2018.

Dalam Musda tersebut, terpilih Apen Manurung dan Afriyansyah sebagai Kordinator Daerah dan Sekretaris Daerah Garda Metal FSPMI SUMUT dan Devisi lain yang melengkapi kepengurusan serta di bentuknya program kerja jangka pendek dan program kerja jangka panjang Garda Metal SUMUT.

Garda Metal yang merupakan pasukan khususnya buruh dalam pengawalan aksi dan kegiatan organisasi sendiri memiliki dua fungsi yaitu sebagai alat perjuangan induk organisasi FSPMI, Garda Metal juga bersumpah bermanfaat bagi kehidupan sosial masyarakat. Syarat untuk menjadi anggota Garda Metal adalah merupakan anggota sah dari induk organisasi FSPMI yang di tempah agar lebih militan dan cerdas dari anggota biasa. Selain memiliki dua fungsi, Garda metal juga lahir sebagai perekat antar anggota sektor induk organisasi maupun perangkat induk organisasi.

Garda Metal hidup dari Intruksi Organisasi. Walaupun di bawahi langsung oleh Presiden Induk Organisasi FSPMI, Garda Metal juga wajib patuh terhadap Intruksi perangkat organisasi di Nasional, Wilayah, Daerah sampai ke tingkat Pimpinan Unit Kerja karena sejatinya perangkat induk organisasi adalah merupakan perpanjangan tangan dari Presiden Induk Organisasi.

Pangkornas merupakan pimpinan tertinggi Garda Metal yang berkedudukan di Pusat, sedangkan di Wilayah maupun di Daerah dinsebut Pangkorda. Berakhirnya kepengurusan Garda Metal terjadi per 5 tahun sekali yang di gelar secara Musyarah mufakat atau di gelarnya Musda lanjutan. Sedangkan untuk anggota, Garda Metal berakhir ketika anggota tersebut mencoreng nama baik organisasi, tidak lagi menjadi anggota induk organisasi atau telah bergabung menjadi anggota serikat pekerja di luar FSPMI, dan pengunduran diri anggota tanpa ada paksaan dari pihak manapun. Jadi walaupun sudah tidak bekerja lagi di satu perusahaan, selama syarat-syarat tersebut tak di langgar dan tetap masih berjuang bersama buruh dan FSPMI, Garda Metal tetaplah Garda Metal.

Garda Metal memiliki jiwa Rela Solid Lugas Sigap yang di singkat Resolusi sebagai pedoman dalam menjalankan fungsi dari ke anggotaan Garda Metal. Dalam kutipan “jika sudah bosan menjadi anggota Garda Metal silahkan mengundurkan diri” yang di lontarkan Sekretaris Nasional Garda Metal adalah merupakan tanda bahwa Garda Metal di bentuk bukan dari paksaan melainkan kesadaran.

Di tahun 2021 tepatnya pada tanggal 27 April 2021, Garda Metal secara Nasional genap berusia 13 tahun, sedangkan di Sumatera Utara, Garda Metal kini berusia 6 tahun.

Dalam usia yang ke 13 ini, di angka yang krusial ini, di masa buruh sedang gencar-gencarnya melakukan perlawanan terhadap UU Cipta Kerja yang di beri Tema Glegar Perlawanan OmnibusLaw, Dan demi perjuangan yang Takan berhenti sampai buruh mencapai kesejahteraan, Garda Metal mengeluarkan tulisan untuk membangkitkan semangat, yait ;

Tak Kenal Lelah!!
Pantang Menyerah!!
Jaga Militansi
Kita Semua Adalah Kawan Sejati.
Berjuang Demi Sebuah Mimpi
Tegaknya Keadilan di Bumi Pertiwi.

Teruslah Bersuara Lantang Tentang Kebenaran dan Keadilan.

Bergerak Demi Sebuah Cita-Cita
Mewujudkan Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia

Dirgahayu Garda Metal FSPMI
Tetaplah Menjadi Penggerak di Garis Depan.

Demikianlah singkat tentang lahirnya pasukan merah hitam Garda Metal di Sumatera Utara. Semoga dengan tulisan ini mampu membangkitkan kembali sisa-sisa keberanian para pejuang di baris depan, demi kemuliaan kaum buruh. Satu kalimat sebagai penyemangat dan penutuo “Siapapun yang datang dan siapapun yang pergi, Pilar ini akan tetap tegak berdiri berjuang bersama kaum buruh dan Masyarakat Indonesia”. DIRGAHAYU GARDA METAL ku, Jayalah selalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER