SHARE NOW

Lula Da Silva, Buruh Yang Jadi Presiden Brazil, Melalui Partai Buruh

TVnya Buruh – Sahabat buruh, kita ketemu lagi nih dalam tayangan mingguan kita yang menampilkan Seputar Tokoh Organisasi Perburuhan atau STOP.

Baik sahabat, pada tayangan Minggu ini kanal tvnya buruh akan menayangkan satu sosok atau tokoh di dunia perburuhan yang mampu mengangkat martabat kelas bawah dalam dunia perpolitikan internasional.

Sahabat buruh, belakangan kami telah banyak menayangkan sebuah tayangan atau niat buruh yang hendak membangkitkan mesin politiknya yaitu membangun gerakan buruh lewat gerakan politik dengan tujuan mensejahterakan kehidupan kaum kelas bawah.

Alat politik itu bernama Partai Buruh.
Nah..!! Minggu ini kita akan mengangkat satu tokoh dunia yang mampu membangun mengangkat harkat martabat kelas bawah lewat Partai Identitas. Siapakah dia, yuk kita saksikan cuplikan berikut.

Lula da Silva.

Pria ini dilahirkan di distrik Caetés dari kota Garanhuns di negara bagian Pernambuco, Brasil, dalam dari sebuah keluarga petani miskin dan buta huruf.

Tanggal lahirnya dicatat 6 Oktober 1945, tetapi ia lebih suka menggunakan tanggal yang diingat ibunya sebagai tanggal kelahirannya, yaitu 27 Oktober. Sebagaimana Di Brasil sering terjadi kekacauan pencatatan kelahiran di provinsi-provinsi pedesaan.

Segera setelah kelahiran Lula, ayahnya pindah ke kota pantai Guarujá (di negara bagian São Paulo). Ibunda Lula dan kedelapan anaknya bergabung dengan ayah mereka pada 1952, menempuh perjalanan selama 13 hari di sebuah truk bak terbuka. Meskipun kondisi hidup mereka lebih baik daripada waktu di Pernambuco, hidup mereka masih sangat sulit.

Lula tidak banyak mendapatkan pendidikan formal. Ia berhenti setelah kelas 4 SD. Kehidupan profesionalnya dimulai pada usia 12 tahun sebagai seorang tukang semir sepatu, penjual kacang, dan tepung tapioka. Dia juga sempat menjadi pedagang keliling. Pada usia 14 tahun ia mendapatkan pekerjaan resminya yang pertama di sebuah pabrik baja. Lula akhirnya belajar dan memperoleh ijazah penyetaraan SMA.

Pada 1956, keluarganya pindah ke kota São Paulo, yang menawarkan kesempatan yang lebih besar. Lula, ibunya, dan ketujuh saudara kandungnya hidup di sebuah kamar yang sempit, di belakang sebuah bar.

Pada usia 19 tahun, ia kehilangan sebuah jarinya dalam sebuah kecelakaan sementara ia menggunakan sebuah mesin pengempa di sebuah pabrik onderdil mobil. Sekitar waktu itu ia mulai terlibat dalam kegiatna-kegiatan serikat buruh dan menduduki jabatan-jabatan penting di organisasi itu.

Pada 1966 ia menikah dengan Maria de Lourdes, yang meninggal bersama anak laki-laki mereka ketika sedang melahirkan. Pada 1974 ia menikah kembali dengan Marisa, dan mereka dikaruniai tiga orang anak lelaki.

Lula da Silva, dia mendirikan Partai Buruh PT. Partido dos Trabalhadores.
Meskipun berteman dengan Presiden Kuba, Fidel Castro dan Presiden Venezuela, Hugo Chavez, ia tidak memilih ideologi komunis untuk partainya. Ia lebih suka menggabungkan anggota-anggota militan serikat buruh, intelektual, aliran sosialis Trotsky, dan aktivis Teologi Pembebasan dari gereja di dalam partainya. Landasan ini membuat Partai Buruh yang dipimpinnya lebih dikenal sebagai sebuah partai beraliran sosial demokrat yang memiliki kebijakan pragmatis daripada revolusioner.

Tahun 1986, ia terpilih ke Kongres dan mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 1989. Pemilu tahun itu menempatkan Fernando Collor de Mello sebagai presiden. Lula da Silva yang memperoleh 31 juta suara hanya kalah 6% dengan Fernando Collor de Mello pada babak kedua. Langkah ini diulang pada tahun 1994. Ia pun masih kalah dengan Fernando Henrique Cardoso. Baru pada upayanya yang keempat (Oktober 2002), ia memperoleh mandat rakyat. Ia memilih industriawan Jose Alencar dari Partai Liberal sebagai wakil presiden.

Ia memanfaatkan gelombang ketidakpuasan rakyat pada masa ekonomi macet, pengangguran meningkat, dan jurang antara kaya dan miskin yang tetap lebar. Sehingga, ia menjadi presiden kiri pertama yang berasal dari kelas pekerja. Ia tidak menguasai bahasa asing dan mencoba mengenal dunia internasional. Dengan 61% suara yang diperolehnya cukup menegaskan bahwa ia pemimpin yang mampu mencerahkan harapan. Satu hal yang pasti, kandidat Partai Sosial Demokrat (Jose Serra) telah dikalahkan dalam pemilu presiden. Dan, Luiz Inácio Lula da Silva resmi menjabat sebagai Presiden Brasil sejak 1 Januari 2003.

Nah, bagaimana sahabat buruh…?? Cukup menginspirasi bukan.
Seorang Pemuda Desa, miskin yang mampu membangun gerakan politik, membangun sebuah partai identitas sebagai alat atau motor politiknya untuk mengangkat kemuliaan kaum buruh.

Kisah Lula Da Silva, Presiden Brazil adalah nyata. Lalu bagaimana di Indonesia..?

Berikut Kisahnya, Hanya Di TVnya Buruh

Dukung Cahnel Berit TVnya Buruh Ya Sahabat Dengan Cara SUBCRIBE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER